dengan bertepatan hari anak nasional masih banyak anak-anak khususnya yang ada diindonesia rentang dengan kekerasan terhadap anak, tidak dpt mengenyam namanya pendidikan, taraf hidup yg tidak semestinya dialami oleh anak tersebut dan masih banyak lagi dari dari aspek lain.

Semakin meningkatnya biaya kehidupan maka semakin meningkat pula biaya pendidikan untuk ukuran orang yang kurang mampu ditambah lagi Pendidikan gratis yg didengungkan atau dijanjikan oleh para pemimpin yg berhasil menduduki jabatan kelas wahid malah hanya isapan jempol belaka.

Banyak anak-anak dan tidak ketahui apakah diorganisir atau tidak yg kita ambil contoh dijalal-jalan kota, anak dijadikan sarana atau  dari segi fisik mereka dianggap lugu untuk meminta belas kasihan kepada pengendara mobil ataupun motor memberikan uang kepada anak-anak tersebut. sungguh orinis dan dilematis juga memberikan apa yang mereka minta dikarenakan jika sering diberi maka mereka(anak-anak) tersebut menjadi malas dan tidak melakukan hal-hal yg lain biasa yang anak-anak normal lakukan. kita tidak pungkiri pula bahwa sebetulnya dari hati nurani anak-anak tersebut menginginkan pendidikan agar menjadi bekal mereka kelak dikemudian hari tanpa bersusah payah mencari uang dijalan dengan meminta-minta, jualan koran, dan pekerjaan-pekerjaan lainnya yg tidak semestinya mereka kerjakan. mereka pasti sering memimpikan  hidup seperti anak-anak biasanya dengan tersenyum diantara mereka, bermain, bersedak gurau dan lain lain-lain…….

Sungguh tragis anak-anak itu. yg menjadi pertanyaan apakah yang salah dari anak-anak tersebut sehingga menjadi demikian?  mungkin salah satu alasan utama adalah tanggung jawab orang tua mereka yang tidak mampu memberikan kehidupan yg semestinya. Truss dimanakah letah tanggung jawab pemerintah apakah tidak bisa mengambil tindakan atau setidaknya berusaha memberikan solusi dari segi pendidikan gratis atau pendidikan khusus untuk anak-anak yang tidak mampu lahhh. padahal kalau dilihat sebetulnya dari nantinya kelak menjadi pelopor atau akan dibawah menuju kemana bangsa ini